Kaos Potidu

8 Gadget Startrek Yang Bukan Lagi Fiksi

45 tahun yang lalu, episode pertama film Star Trek tayang di NBC. Saat itu adalah 5 tahun setelah Uni Soviet mengirim manusia pertama ke ruang angkasa, dan film ini mengisahkan kondisi fiktif di abad ke-23 yang telah membentuk Persatuan Planet-planet atau “United Federation of Planets” melalui kisah para kru pesawat ruang angkasa Enterprise.


Saat ini, ternyata beberapa aspek dalam film Startrek, terutama gadgetnya tidak lagi terlihat futuristik, bahkan beberapa diantaranya sudah umum digunakan saat ini.

Berikut adalah beberapa gadget Startrek yang telah digunakan saat ini.


1. Flip Phone



Pada saat misi pendaratan, kru selalu berbicara melalui sebuah alat "komunikator" yang mirip walki talki dengan flip top, dengan kata lain... mirip sebuah ponsel clamshell.

Hal tersebut menginspirasi Motorola pada tahun 1996 dengan memberikan nama ponsel flipnya yang pertama “StarTAC.”


2. iPad



Pada film Star Trek: The Next Generation, sebuah panel kontrol sentuh (touch-based control panels) yang disebut PADDs (personal access display devices) sangat sering digunakan oleh awak pesawat. Peralatan tersebut menyerupai komputer tablet masa kini.

Menurut Ars Technica, PADDs merupakan cerminan dari anggaran yang terbatas.  Permukaan datarnya berarti tidak perlu tombol seperti keyboard yang harus dibuat, dan idenya adalah bahwa softwarenya dapat dikonfigurasi ulang untuk melengkapi tugas sehingga menjadi lebih fleksibel.

Tidak ada kode aktual yang dibuat untuk perlengkapan dalam film Startrek ini, tapi CBS Interactive menciptakan aplikasi iPad yang antarmukanya mirip dengan PADDs dalam film Startrek.


3. Bluetooth Headset


Photo source: Wikipedia

Uhura, selama menjadi perwira komunikasi di Enterprise, menggunakan earpiece berwarna perak jika sedang bertugas.  Hal ini mengingatkan pada bluetooth headpieces saat ini.


4. Tricorder



Dalam Startrek, “tricorders” adalah peralatan genggam yang digunakan untuk pemindaian sensor, analisis data dan recording data.

Sebuah perusahaan bernama Vital Technologies mereplikasinya pada pertengahan tahun 90an dengan sebuah alat yang disebut TR-107 Mark 1.  Seperti juga tricorder dalam film Startrek, peralatan ini juga memiliki beberapa fungsi scientific seperti pengukur medan elektromagnetik, thermometer, barometer dan pengukur cahaya.



5. Floppy Disk dan USB Drives

Star Trek juga menggunakan media penyimpanan digital portabel.

Dalam Star Trek, mereka menggunakan potongan-potongan kecil berwarna dengan bentuk persegi yang dimasukan dalam berbagai konsol komputer, tetapi pada tahun 80an dan 90an kita mengenal media penyimpanan floppy disk berukuran 3.5-inch yang ukurannya hampir sama seperti peralatan yang dimiliki dalam film Star Trek.

Selanjutnya dalam Star Trek: The Next Generation, mereka memiliki chip isolinear yang dapat menampung data dalam ukuran gigabytes.  Saat ini kita memang tidak lagi menggunakan floppy disks tetapi menggunakan USB flash drives sebagai media penyimpanan portabel yang dapat menyimpan data hingga ukuran gigabytes, yang ukurannya hampir sama dengan yang digunakan dalam film Star Trek TNG.


6. Voice Activation



Dalam film Startrek, ketika Scotty bertemu dengan sebuah komputer masa lalu, dia bingung karena komputer tersebut tidak merespon suaranya seperti yang dilakukan oleh komputer di pesawat Enterprise.  Saat ini banyak software komputer, smartphone, mobil dan peralatan elektronik lain yang memiliki opsi aktivasi suara atau voice activation.


7. GPS

Transporter yang digunakan dalam film Star Trek 2009, digunakan setelah GPS ditemukan, sementara pendahulunya juga mampu mengetahui lokasi kru enterprise dengan tepat sebelum mereka ditransfer atau istilah dalam startrek adalah "beam up". Pemerintah Amerika mendeklarasikan GPS functional pada tahun 1995 setelah meluncurkan 27 satelit yang mengorbit Bumi, 30 tahun setelah konsep tersebut muncul pertama kali dalam film Star Trek.


8. Diagnostic Bed



Medical diagnostic bed milik Dr. McCoy menginspirasi sebuah team scientis di University of Leicester untuk menciptakan sebuah ruang perawatan atau sickbay yang mengobservasi pasien terhadap gejala-gejala awal penyakit menggunakan peralatan monitor seperti thermal imaging technology dan analysis untuk pernafasan pasien.

Seorang scientist yang bekerja pada proyek tersebut menyebutnya sebagai “langkah pertama” untuk mencapai tehnologi sci-fi.