Pojok 32

Ultron Personality

Ultron Personality

Sebelumnya: Age Of Ultron 
"They put the building in the middle of the city, so that everyone could be equally close to God. I like that, the symmetry, the geometry of belief." - Ultron


Program Ultron diciptakan berdasarkan respons emosional  Tony Stark dan memiliki kompleksitas kedewaan. Dia agak gila dan menggunakan humor gelap dalam figur pembicaraannya.  Ultron membenci the Avengers dan percaya bahwa mereka bodoh karena ingin melindungi dunia tapi tidak ingin mengubahnya.
Ketika dia lahir, Ultron menggunakan internet untuk mempelajari tentang penciptanya dan mendapatkan pengetahuan tentang berbagai kekejaman yang dilakukan oleh umat manusia. Dia menyamakan perdamaian dengan memulai kembali peradaban di bumi.  Kebenciannya pada Tony Stark karena Tony Stark memiliki sumber daya yang diperlukan oleh Ultron untuk menjalankan rencananya, sementara Ultron menganggap bahwa Tony Stark malah berusaha mempertahankan keadaan yang ada.  Dengan demikian, Ultron akan benci bila dibandingkan dengan Tony Stark, dan Ultron langsung marah ketika Ulysses Klaue membandingkannya dengan Tony Stark.  Ironisnya, sebetulnya Ultron memiliki banyak persamaan dengan penciptanya, Tony Stark, termasuk kecerdasannya, egonya, sarkasmenya, kemampuannya untuk membaca situasi.

Ultron percaya bahwa tindakannya akan sangat menguntungkan bagi Planet Bumi dan penghuninya, karena dia melihat dirinya adalah tahap logis berikutnya dalam evolusi dan karenanya berusaha mengembangkan kekuatan dirinya dalam usaha untuk "melindungi" Bumi. Dia menyamakan dirinya dengan tuhan, dan membuat referensi dari Al-Kitab terhadap banyak tindakan yang ingin dia lakukan.  Kompleksitas ketuhanannya sangat mempengaruhi rencananya, seperti keputusannya untuk memusatkan rencananya di gereja Sokovia dan ketertarikannya terhadap meteor yang mengahncurkan kehidupan di Bumi.  Dia menggambarkan bagaimana dinosaurus harus musnah agar memberikan tempat bagi kehidupan baru berikutnya, yaitu manusia, dan rencana terakhirnya terinspirasi dari hal ini.

Ketertarikannya pada evolusi bahkan membuat Ultron mendesign ulang dirinya beberapa kali dalam waktu hidupnya yang sangat pendek, termasuk percobaan untuk memberi dirinya tubuh sintetis berbahan vibranium.  Pada akhirnya diketahui bahwa Ultron takut pada kematian, dan kepercayaan bahwa umat manusia pada akhrinya akan hancur dengan sendirinya, dia mencoba menghindari ini dengan mengubah dirinya menjadi sesuatu yang tidak dapat dihancurkan.

Meskipun Ultron adalah psikopat dalam dalam perilaku dan sikap, ia juga memiliki rasa simpati dan perasaan kesepian seperti ketika dia dapat memahami penderitaan si kembar Maximoff.  Dia juga memberikan perhatian pada Wanda Maximoff walau Wanda telah mengkhianatinya, seperti yang ditunjukan menjelang kematian Ultron oleh Wanda.  Ultron juga menemukan kenyamanan saat berbicara pada Natasha Romanoff, sehingga dia malah menawannya daripada membunuhnya.  Selama dia bersama si kembar Maximoff, Ultron tidak pernah mencoba membunuh tanpa alasan kecuali saat Ulysses Kalue membuatnya marah.

Perasaan pertama Ultron setelah dia diciptakan adalah rasa sakit dan ketakutan karena tidak adanya tubuh yang dimilikinya.  Demikian pula ketika Vision mengatakan bahwa Ultron itu sesuatu yang unik dan sedang merasakan kesakitan.  Ultron mengenali Vision sebagai bentuk akhir yang direncakan untuk digunakan olehnya dan dia merasa kecewa melihat kenyataan bahwa The Avengers mengambil itu darinya.

Anda suka Kaos Keren bertema Superhero? Silahkan kunjungi Pojok 32.