Kaos Potidu

Film Man of Steel: Yang Kusuka dan Yang Tidak Kusuka


Menonton aksi terbaru Si Manusia Baja dalam film Man of Steel yang merupakan versi lain dari kisah Superman memberikan kesan tersendiri bagi saya.
Sebagai seorang penggemar Superman, film Man of Steel memberikan nuansa yang berbeda dengan film-film tentang Superman lainnya, bahkan juga berbeda dengan pakem dalam komik-komiknya.  Bagaimanapun setiap orang memiliki selera berbeda berkaitan dengan Superman dan filmnya.

Ada beberapa hal yang tidak saya suka dari film Man of Steel:
  • Saya agak kurang cocok dengan kostumnya.  Model kostumnya memang keren, sayang sekali kostumnya terlihat seperti bersisik dan tidak ada pembatas antara bagian atas dan bagian bawah.
  • Film Man of Steel buat saya terkesan terlalu kelabu, kurang warna yang cerah.  Saya tahu memang maksudnya seperti itu, tapi tetap saja saya kurang suka.
  • Film Man of Steel terlalu banyak flashbacknya.
  • Menonton film Man of Steel seperti menonton beberapa potongan film terpisah yang kemudian disatukan menjadi satu film utuh.  Menurutku ceritanya terlalu cepat dan terkesan loncat-loncat.
  • Terlalu banyak action, kurang dramanya.
  • Berbeda dengan sisi humanis yang ditampilkan dalam film Superman Returns yang menggambarkan bahwa Superman sepertinya kesepian karena hanya dia satu-satunya yang tersisa dari rasnya kemudian ditambah Lois yang dicintainya memiliki tunangan.  Man of Steel terlalu superpower sehingga penggambaran sisi humanisnya kurang greget, selain pada saat dia kehilangan ayahnya di depan matanya.
  • Gerakan-gerakan berkelahinya terlalu cepat, jadi kurang terlihat aksinya.
  • Sound track-nya kurang menggugah.  Berbeda dengan sound track film Superman sebelumnya.   Pertama dengar dulu waktu saya kecil sound track Superman The Movie langsung saya ingat dan menggugah hati saya, dan masih menjadi ikonik hingga saat ini.  Sound tracknya terkesan gagah.  Beda dengan sound track yang sekarang, terkesan biasa-biasa saja.
  • Terlalu banyak teriakan "Aaaarrrgh...!!!"
  • Terakhir yang paling tidak kusuka.  Come on guys, Superman never kills.   Tapi mereka membuatnya menjadi pembunuh dalam Man of Steel. 

Tapi tentunya ada beberapa hal dari film Man of Steel yang memang saya suka:
  • Ini film terbaru untuk mengobati kerinduan aksi Superman dalam film real livenya, walaupun ternyata tidak sesuai dengan yang saya bayangkan.
  • Special effect-nya cukup keren.
  • Penggambaran Clark Kent-nya seperti penggambaran Clark Kent dalam Smallvile, dan saya sangat suka Smallville.
    Tapi kembali lagi, semua itu adalah soal selera, setiap orang memiliki pandangan berbeda dengan saya mengenai film Man of Steel.


Ingin punya kaos print Superman...?  Silahkan lihat DISINI.